Rabu, 10 April 2013

Yuk, Tambah Pengetahuan Kita Mengenai OGB ….

Sebagian besar dari kita pasti banyak mendengar OGB atau kepanjangannya Obat Generik Berlogo di apotek saat kita ingin menebus obat. Sebenarnya apa sih Obat Generik itu?
Obat Generik yang sering kita dengar dan gunakan itu adalah obat yang telah habis masa patennya sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa membayar royalti. Untuk obat generik sendiri juga ada 2 jenis yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo (OGB) yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya.
Dari sisi zat aktifnya (komponen utama obat), antara obat generik baik berlogo mapupun bermerek dagang persis sama dengan obat paten. Namun obat generik lebih murah jika dibandingkan dengan obat yang dipatenkan. Hal ini menyebabkan sebagian besar masyarakat menganggap obat generik adalah obat murah yang diragukan efikasinya / kemanjurannya.
Mengapa OGB (Obat Generik Berlogo) bisa memiliki harga yang lebih murah? Hal ini dikarenakan OGB merupakan program pemerintah Indonesia yang diluncurkan di tahun 1989 dengan tujuan untuk memberikan alternatif obat bagi masyarakat dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup. Terkait dengan program pemerintah,maka dilakukan pengawasan secara ketat terutama dalam hal mutu dimana harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu harganya bisa menjadi murah karena tidak adanya biaya promosi baik melalui iklan ataupun presentasi ke dokter dan apotek dimana biaya promosi ini memakan sekitar 40% dari total persentase harga obat. Lalu mengapa kita masih ragu untuk menggunakannya?
Awalnya OGB ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan obat institusi kesehatan pemerintah dan kemudian berkembang ke sektor swasta   karena adanya permintaan dari masyarakat. Kita dapat mengenali OGB ini dari logonya berupa lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan “Generik” di bagian tengah lingkaran. Dimana logo ini menunjukkan bahwa OGB telah lolos uji kualitas, khasiat dan keamanan sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai contoh untuk amoxicillin paten milik salah 1 pabrik farmasi, harga amoxicillin generiknya hanya 10% dari harga obat patennya. Padahal kalau kita teliti ulang isinya atau zat aktifnya adalah sama yaitu amoxicillin dan berfungsi sama sebagai antibiotik. Mungkin bisa juga diinfokan oleh pabrik farmasi penghasil OGB bahwa efektivitas obatnya adalah sama dengan yang paten untuk menambah keyakinan masyarakat dalam menggunakan obat generik.
Dengan ulasan mendetail ini, harusnya keraguan yang ada di benak kita mengenai kualitas obat generik sudah tidak ada lagi. Kita harus yakin bahwa pabrik farmasi yang memproduksi obat generik ini adalah pabrik yang sama dan juga memperoduksi obat paten, sehingga mereka sudah memiliki pengalaman yang sama dalam memproduksi obat berkualitas. Harga obat generik pun lebih terjangkau sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat lagi. Yuk… kita gunakan obat generik saat menebus obat di apotek, para apoteker yang ada di apotek pasti akan membantu kita untuk mendapatkan penjelasan mengenai obat generik dengan harga obat yang lebih murah. Selamat mencoba…


www.dexa-medica.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar